Apa yang anda pikirkan tentang ‘sekolah unggulan’? apakah sekolah unggulan adalah yang mencetak alumni yang berprestasi secara akademik? Sekolah dengan fasilitas mewah dan biaya yang mahal?. Banyak persepsi yang berkembang di masyarakat kita tentang konsep sekolah unggulan. Paradigma pada umumnya adalah bahwa sekolah unggulan biasanya memerlukan uang masuk yang cukup besar, setiap tahun selalu banyak peminatnya, tingkat kelulusan yang sesuai standar nasional atau bahkan lebih, banyaknya kegiatan –kegiatan sekolah yang diselenggarakan, mulai dari ekstrakurikuler, cara belajar dan lain sebagainya.
Menurut Nurkholis, sebutan sekolah unggulan itu sendiri kurang tepat. Kata “unggul” menyiratkan adanya superioritas dibanding dengan yang lain. Kata ini menunjukkan adanya “kesombongan” intelektual yang sengaja ditanamkan di lingkungan sekolah. Di negara-negara maju, untuk menunjukkan sekolah yang baik tidak menggunakan kata unggul (excellent) melainkan effective, develop, accelerate, dan essential (Susan Albers Mohrman, et.al., School Based Management: Organizing for High Performance, San Francisco, 1994, h. 81)
Dari penggunaan kata ‘unggul’ saja dapat diartikan bahwa ada yang harus direvisi dan diatur kembali oleh pihak-pihat terkait. Apabila ada ‘sekolah unggulan’, hal ini mengisyaratkan bahwa ada juga sekolah yang ‘bukan unggulan’. Hal ini dapat mengganggu kenyamanan dan stabilitas / kondisi pendidikan di Indonesia. Bukan tidak mungkin anak-anak yang sekolah di ‘sekolah unggulan’ akan merasa lebih baik, lebih pintar, lebih dari segala-galanya dibandingkan sekolah yang lain. Hal ini dapat mengganggu tercapainya salah satu tujuan pendidikan yaitu memperbaiki/ mengubah perilaku (afektif) pada peserta didik. Akan lebih baik jika istilah sekolah unggulan diubah menjadi istilah yang tidak berdampak negatif bagi pendidikan itu sendiri. Misalnya sekolah “efektif dan bermutu”.
Konsep sekolah unggulan di Indonesia masih terlihat fiktif. Terlihat dari sebagian besar sekolah unggulan yang ada memilih para siswa yang masuk sekolah unggulan tersebut memiliki nilai yang tinggi, dengan harapan sekolah unggulan tersebut memperoleh generasi terbaik pada hasil akhirnya. Ini bertolak belakang yang menggambarkan bahwa sekolah unggulan adalah sekolah yang membentuk siswa yang biasa menjadi luar biasa. Konsep sekolah unggulan yang sebenarnya menjadi bias antara satu dengan yang lain dan menyebabkan berbagai tipe sekolah unggulan diantaranya :
Tipe 1
Tipe sekolah yang menerima dan menyeleksi secara ketat siswa yang ingin masuk dengan kriteria prestasi akademik yang tinggi. Namun, disisi lain proses belajar-mengajar seperti biasa bahkan mengarah ortodok, namun dikarenakan input yang terbaik maka outputnya dipastikan unggul.
Tipe 2
Tipe sekolah yang mempunyai fasilitas yang serba mewah, dengan konsekuensi SPP yang sangat tinggi. Sekolah ini dibentuk dengan harapan berkurangnya siswa yang sekolah ke luar negeri. Dengan metode dan pendekatan yang lebih baik memberikan jaminan untuk membentuk siswa sesuai dengan permintaan.
Tipe 3
Tipe sekolah ini menekankan pada suasana belajar yang kondusif. Sekolah ini memiliki jaminan merubah input dari siswa yang berprestasi rendah menjadi output yang bermutu tinggi.
Dari penjelasan ketiga tipe sekolah unggulan diatas dapat diasumsikan bahwa ada tujuan dan cara yang berbeda-beda dari masing-masing tipe sekolah unggulan. Dari ketiga tipe tersebut, yang paling memungkinkan menjadi sekolah unggulan yang ‘sebenarnya’ adalah tipe yang ke-3. Pada tipe ini sekolah tidak menekankan pada biaya yang mahal, fasilitas yang mewah, atau hanya menerima anak-anak yang memang sudah memiliki ‘bibit unggul’ sejak awal, tetapi lebih menekankan pada ‘proses’ dari pembelajaran itu sendiri. Bukan tidak mungkin hal ini terjadi pada sekolah yang ‘biasa-biasa’ saja, dengan fasilitas yang tidak perlu mewah, dengan biaya terjangkau oleh kalangan manapun, tetapi dapat menghasilkan output yang berkualitas dan bermutu tinggi, walaupun pada awal masuk sekolah tergolong siswa yang berprestasi rendah.
Secara global pengertian sekolah unggulan adalah sekolah yang mampu membentuk siswa mencapai kemampuan secara terstruktur dan mampu menunjukkan prestasinya tersebut.
Nah, bagaimana dengan sekolah kita?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar