Minggu, 07 November 2010

Belajar Efektif Lewat Telinga

Ada 3 jenis gaya belajar anak yang harus kita ketahui. Kemudian, apa yang harus kita lakukan jika sudah tahu? Sudahkah kita melakukan hal yang sesuai dengan kebutuhan mereka?
3 Gaya belajar tersebut adalah :
(1) Lewat mata (visual learning style). Anak akan lebih mudah memahami              sesuatu jika bisa dilihat, seperti tulisan, gambar, atau peragaan tentang cara melakukan sesuatu.
(2) Lewat telinga (auditory learning style). Anak akan lebih mudah memahami sesuatu jika bisa didengar, seperti suara orang yang membicarakan hal yang ingin dipahami, menghapal lewat nada lagu, atau bunyi-bunyian khas.
(3) Lewat gerakan (kinesthetic learning style). Anak akan lebih mudah memahami sesuatu jika bisa sambil menggerakkan tubuh, seperti mencoba sendiri memasak setelah dipraktekkan, melakukan eksperimen sendiri, atau memutari benda yang ingin diketahuinya.
Nah, mana dari ketiga gaya di atas yang merupakan gaya belajar anak Anda? Bila anak Anda suka belajar dengan cara mendengar (auditory learner), ia tidak akan tergali potensinya bila cara belajar di sekolah lebih menunjang penglihatan (visual learning). Ujung-ujungnya, anak akan sulit memahami apa yang diajarkan. Apakah anak Anda sebetulnya lebih mudah belajar lewat telinga? 
 Coba cek dari berbagai ciri di bawah ini:
§  Lebih suka belajar jika ada musik, atau sebaliknya justru sangat sensitif jika ada bunyi-bunyian selama ia belajar.
§  Terlihat lebih bisa konsentrasi saat mendengar, dibanding ketika diperlihatkan sesuatu.
§  Mampu mengingat sesuatu yang disebut secara lisan daripada sesuatu yang pernah ia baca atau lihat gambarnya.
§  Cepat menghapal lagu, bahkan terkadang mengganti syair lagu untuk bisa mengingat sesuatu, misalnya menyanyikan pelajarannya.
Bila ciri di atas sesuai dengan anak, optimalkan acara belajar dengan memasang musik lembut selama ia belajar, khususnya musik klasik. Boleh juga kalau ia memilih sendiri musik yang disenanginya. Sebaliknya, jika ia tergolong sensitif bunyi, buat rumah cukup sepi atau buat kamar belajarnya lebih kedap suara.
Sesekali Anda bisa membantu dia dengan membacakan hal-hal yang perlu dia hafalkan, suara Anda pasti akan lebih dia ingat dibanding buku pelajarannya. Boleh juga kadang-kadang Anda undang teman-temannya untuk belajar bersama. Apabila mereka bisa berdiskusi bersama, anak akan lebih mudah mengingat pelajaran yang didiskusikan.

Sebagai guru, sudah sepatutnya kita memahami karakter belajar anak didik kita. Hal ini dapat kita lihat dari perilaku keseharian siswa dalam belajar di kelas. Ketika kita telah mengetahuinya, buatlah proses pembelajaran di kelas menjadi sesuatu yang menyenangkan dan variatif agar semua kebutuhan gaya belajar anak didik kita terpenuhi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar