Minggu, 07 November 2010

BELAJAR DARI ANGSA

Siapa yang tidak kenal Angsa? Bila kita berada di sebuah Negara dengan empat musim, kita dapat melihat serombongan Angsa yang terbang dan pergi ke daerah yang lebih hangat untuk menghindari musim dingin. Mungkin sudah banyak yang tahu, mereka terbang membentuk formasi ”V”. Siapa yang mengajarkan mereka? Darimana mereka mendapatkan teori bahwa jika terbang dalam formasi “ V “, efisiensi seluruh ”Grup”
akan naik sebesar 71 %, dibandingkan dengan terbang sendiri sendiri.
Maha suci Allah yang telah menurunkan informasi yang sangat penting ini kepada para Angsa. Hal ini bermakna dalam kehidupan berjamaah. Alangkah indahnya bekerja secara tim, bergerak ke arah tujuan yang sama , dan mencapai tujuan lebih cepat dan lebih ringan daripada bekerja secara individual. Ketika ada salah satu Angsa yang meninggalkan formasi, yakinlah bahwa dia akan segera kembali ke formasi “V”. Mengapa?  Angsa tersebut mengalami daya tahan udara yang besar, sehingga merasa kesulitan untuk terbang sendiri. Kita dapat mengambil ibroh bahwa indahnya jika manusia selalu kompak di dalam tim yang bergerak ke satu tujuan, dan tentu membutuhkan  lebih sedikit energi, lebih mudah dan lebih menyenangkan untuk mencapai tujuan. Setiap anggota dari tim tersebut akan merasa berkewajiban untuk menolong sesama. Ketika team leader  dari rombongan Angsa kelelahan, Dia akan berpindah ke ujung formasi  “V”, sementara itu Angsa lain akan langsung menggantikan posisi sebagai leader. Subhanallah, Sungguh indah apabila manusia berbagi kepeminpinan dengan didasari  saling hormat dan percaya di antara anggota setiap saat. Saling berbagi tugas, masalah yang paling berat atau ringan. Pusatkan kemampuan dan bakat tim untuk memecahkan masalah. Apalagi yang dilakukan para Angsa? Ternyata mereka terbang dalam formasi  “V” sambil ber “kotek “ hal ini akan memberi semangat terbang “Team leader” . Dengan cara demikian mereka terbang dengan kecepatan yang sama. Sepertinya manusia juga akan mengalami hal yang sama.  Bila mana ada semangat dan ‘penyemangat’, kecepatan penyelesaian pekerjaan akan lebih besar. Keberadaan semangat akan selalu memotivasi , menolong dan menguatkan, yang pada akhirnya akan menghasilkan kualitas yang terbaik.  Ketika salah satu Angsa sakit atau kelelahan, Dia akan tertinggal dan keluar dari formasi. Tetapi beberapa Angsa akan keluar juga dari formasi, dan membentuk formasi baru untuk menolong dan mengawal angsa yang sakit sampai sehat dan kembali masuk ke formasi, atau terus dengan formasi tersebut, atau jatuh dan meninggal. Pelajaran berikutnya dari Angsa untuk manusia adalah tinggallah berdampingan dengan yang lain apapun perbedaan kita.

Lebih- lebih pada waktu kita menghadapi kesulitan dan tantangan yang besar. Jika kita kompak dan saling mendukung, jika kita  menghayati dan menjiwai kerja sama yang baik, melupakan perbedaan masing- masing maka kita akan selalu dapat mengatasi tantangan. Mari kita selami arti dari persahabatan. Apabila di antara kita selalu bersedia
untuk saling berbagi, maka hidup ini akan lebih berarti dan kita akan melewati waktu mendatang dengan kebahagiaan.Wallahu’alam.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar