Kamis, 11 November 2010

” Liburan Sekolah? Jadikan Anak Anda Lebih Percaya Diri ! ”

Libur tlah tiba, libur tlah tiba, hore...hore...hore..., simpanlah tas dan bukumu, lupakan keluh kesahmu..., libur tlah tiba, hatiku gembira .......”
Masih ingat dengan salah satu bait lagu dari Tasya  diatas?  Yap, itu adalah bagian dari lagu ”Libur Telah Tiba” yang dipopulerkan oleh penyanyi cilik Tasya, belasan tahun silam. Namun gaung lagu tersebut masih sangat melekat dalam benak kita, khususnya jika menjelang liburan sekolah. Saatnya, dewasa ini banyak di setiap sekolah di Indonesia telah memasuki tahap akhir dalam proses pembelajaran.
 Ada masa yang selalu dinantikan oleh setiap anak, apalagi kalau bukan liburan sekolah. Merencanakan liburan memang sangat mengasyikkan. Terlebih lagi jika liburan kali ini akan dilalui bersama seluruh anggota keluarga. Wah, tentunya tidak ada yang ingin melewatkan begitu saja. Coba saja kita tengok dan tanyakan kepada anak-anak kita. Mereka pasti selalu bersemangat jika membicarakan liburan sekolah. Bagi mereka, inilah saatnya bersenang-senang.
Saya teringat kembali saat berusia Sekolah Dasar dulu. Liburan sekolah adalah salah satu moment berharga yang selalu kunantikan. Liburan sekolahku saat itu memang belum banyak pilihan, tetapi tetap kurindukan. Ku isi liburanku dengan bermain bersama dengan teman-teman, dan belajar membuat kue dengan ibuku tercinta. Semuanya terasa sangat menyenangkan. Sepertinya tak jauh berbeda dengan kondisi anak pada zaman sekarang. Yang namanya liburan sekolah pasti selalu ditunggu-tunggu. Wajar saja, Setelah mengikuti berbagai proses pembelajaran, dibebani dengan Pekerjaan Rumah (PR), ulangan umum, dan lain sebagainya, setelah memperoleh hasilnya, saatnya kita rehat sejenak.
 Sebagai orangtua yang baik, tentu moment liburan ini akan dimanfaatkan seoptimal mungkin. Ayah yang mungkin jarang sekali bertemu dan berkumpul dengan anak-anak karena sibuk dengan pekerjaannya. Ibu yang selalu bosan dengan pekerjaan rumah tangga yang tiada habisnya. Ditambah anak-anak yang ’lelah’ beraktivitas di sekolahnya masing-masing. Apa yang sudah anda rencanakan? Sudahkah anda memilih tempat berlibur yang tepat untuk keluarga tercinta? Atau anda lebih memilih untuk berlibur di rumah sambil bersantai-santai? Liburan yang baik adalah liburan yang memiliki nilai manfaat yang tinggi bagi keluarga. Jika selama ini anda berlibur ke tempat-tempat rekreasi, berkunjung ke sanak keluarga di luar kota, atau hanya jalan-jalan ke mall dan pusat-pusat perbelanjaan, saatnya merubah gaya berlibur anda.
Liburan hendaknya tidak saja sekedar hiburan dan melepas kepenatan saja, tetapi liburan juga dapat dijadikan sebagai waktu yang tepat untuk menjadikan anak anda lebih percaya diri alias PD. Nah, apa sih percaya diri itu? Anita Lie dalam bukunya ”101 cara menumbuhkan percaya diri anak” mengungkapkan bahwa percaya diri berarti yakin akan kemampuannya untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dan masalah. Ciri – ciri perilaku anak yang percaya diri antara lain; yakin kepada diri sendiri, tidak bergantung kepada orang lain, tidak ragu-ragu, merasa diri berharga, tidak menyombongkan diri, dan memiliki keberanian untuk bertindak. Keenam ciri ini dapat kita tumbuhkan pada anak disaat liburan sekolah.
Kemudian, ada dua faktor utama yang turut mempengaruhi perilaku anak-anak kita, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan kumpulan dari unsur kepribadian yang secara simultan mempengaruhi perilaku manusia, yaitu Insting biologis seperti lapar, kebutuhan psikologis seperti kebutuhan akan rasa aman, dan kebutuhan pemikiran, seperti pengetahuan dan agama  yang mempengaruhi cara berperilakunya. Salah satu faktor eksternal yang akan saya tekankan di sini adalah lingkungan keluarga. Nilai yang berkembang dalam keluarga, serta kecenderungan umum dan pola sikap kedua orangtua terhadap anak akan sangat mempengaruhi perilaku anak dalam semua tahapan pertumbuhannya.


 Orangtua yang bersikap demokratis dan menghargai anaknya secara baik akan mendorong anak itu bersikap hormat pada orang lain. Sebaliknya, sikap otoritatif yang berlebihan akan menyebabkan anak menjadi minder dan tidak percaya diri (M. Anis Matta, 2002).
Kembali tentang liburan sekolah.  Bagaimana caranya menumbuhkan rasa percaya diri anak? Tentunya butuh kerjasama yang baik antara seluruh anggota keluarga. Mulailah dari diri anda sebagai orangtua, khususnya bagi anda yang memiliki anak usia Sekolah Dasar (6-12 tahun). Menurut Erikson, usia Sekolah Dasar ini merupakan tahapan pertentangan antara dorongan untuk membuktikan kemampuan diri dan kejatuhan dalam rasa minder. Pada masa ini pula, anak mudah mengalami kebosanan dan kejenuhannya. (Anita Lie, 2003). Ketika orangtua memahami akan hal ini, maka kesempatan sekecil apapun jangan pernah terlewati, salah satunya adalah saat liburan sekolah.
Ada tiga tips sederhana yang dapat anda lakukan untuk menjadikan anak anda lebih Percaya Diri alias PD (Anita Lie, 2003). Pertama, Libatkan anak dalam perencanaan liburan keluarga yang lebih kompleks dan menantang. Tujuannya adalah agar anak merasa berharga dan berguna. Caranya dapat disesuaikan dengan kondisi keluarga anda masing-masing. Misalnya, membuat kesepakatan mengenai acara liburan. Bahas berbagai hal seputar acara liburan tersebut, seperti transportasi, akomodasi, makanan, dan lain-lain. Jika anda memakai kendaraan sendiri, siapkan peta. Pelajari peta tersebut bersama-sama dengan anak dan rencanakan rutenya bersama-sama. Jika Anda memakai transportasi umum, libatkan anak dalam pemilihan sarana dan pemesanannya. Tunjukkan pula alternatif jadwal, harga, dan sebagainya. Anda juga dapat menyiapkan jurnal perjalanan untuk anak. Selama perjalanan, beri tugas kepada anak Anda untuk mencatat berbagai kejadian menarik dan kesan-kesannya di jurnal tersebut. Anak juga dapat menempelkan berbagai kenangan (misalnya karcis masuk, foto, kartu pos, dan sebagainya).
Kedua, Beri kesempatan anak untuk berhadapan dengan orang lain tanpa anda. Sebagai orangtua, tentu memahami bahwa kita tidak dapat hidup sendiri. Oleh karena itu kita perlu membimbing dan menuntun anak kita agar suatu saat dia bisa hidup berinteraksi dengan orang lain di dunia yang luas ini. Caranya, ketika Anda dan anak sedang berada di tempat umum, beri kesempatan kepada anak anda untuk berani bertanya, berbicara, dan melakukan interaksi dengan orang lain. Jangan langsung menyuruhnya apalagi memaksakan kehendak Anda. Untuk pertama kalinya, katakan, ” Adi, nanti kamu lihat bagaimana Ibu membeli karcis, ya. Lain kali Ibu akan meminta kamu yang melakukannya.” Pada kesempatan berikutnya, minta dia yang melakukan. Pada saat dia melakukan interaksi ini, berdirilah dibelakangnya dan pegang pundaknya. Jika dia sudah lebih berani, pada kesempatan berikutnya lagi, amati dia dari tempat yang agak jauh.
Ketiga, Siapkan anak anda untuk berbagai situasi darurat. Ajarkan kepada anak Anda apa yang mesti dia lakukan jika dia sampai terpisah dari orangtua di tempat umum. Misalnya hilang di pusat perbelanjaan, stasiun,dan sebagainya. Anak mesti tetap tenang dan menghampiri petugas yang memakai seragam. Ajarkan dia untuk mengatakan kesulitannya. Minta dia menyebutkan namanya dan nama orangtua. Suruh anak untuk menghafalkan nomor telpon dan alamat rumah. Ajari juga untuk tidak bicara dengan sembarangan orang dan gampang percaya pada orang yang tidak dikenal ataupun yang sudah dikenal. Ajari anak untuk mengamati situasi dan berusaha mengenali. Dari uraian diatas dapat ditegaskan kembali bahwa liburan sekolah kali ini jangan sampai terlewat begitu saja. Jangan sampai anak-anak kita hanya mendapat liburan untuk kesenangan semata, tanpa ada hal yang di tingkatkan dari karakter dan kepribadian mereka. Tulisan ini saya persembahkan bagi orangtua di seluruh Indonesia. Jadikan liburan sekolah kali ini menjadi moment besar dalam kehidupan anak-anak kita. Dan jadikan mereka lebih percaya diri.  
Selamat berlibur!!







Tidak ada komentar:

Posting Komentar