” Pagi semuanya......! ” Sepatu Pink itu menyapa teman-teman yang sudah datang lebih dulu dan berada di posisi masing-masing. ”Pagi Pinky....kenapa kau baru datang? Biasanya kau lebih pagi dari kami?” Sepatu Hitam bertali yang berada di rak paling atas itu menyahut. ”Iya Black Sweet, hari ini majikanku agak kesiangan. Maklumlah namanya juga anak-anak, apalagi baru kelas satu SD, jadi masih agak manja. ” Pinky menjawab lagi.
Nice Rays
Jumat, 19 November 2010
Jumat, 12 November 2010
Mengapa Perlu Olahraga?
Gerak adalah ciri kehidupan. Tiada hidup tanpa gerak. Apa guna hidup bila tak mampu bergerak. Memelihara gerak adalah mempertahankan hidup, meningkatkan kemampuan gerak adalah meningkatkan kualitas hidup. Oleh karena itu : Bergeraklah untuk lebih hidup, jangan hanya bergerak karena masih hidup.
Kamis, 11 November 2010
” Liburan Sekolah? Jadikan Anak Anda Lebih Percaya Diri ! ”
”Libur tlah tiba, libur tlah tiba, hore...hore...hore..., simpanlah tas dan bukumu, lupakan keluh kesahmu..., libur tlah tiba, hatiku gembira .......”
Masih ingat dengan salah satu bait lagu dari Tasya diatas? Yap, itu adalah bagian dari lagu ”Libur Telah Tiba” yang dipopulerkan oleh penyanyi cilik Tasya, belasan tahun silam. Namun gaung lagu tersebut masih sangat melekat dalam benak kita, khususnya jika menjelang liburan sekolah. Saatnya, dewasa ini banyak di setiap sekolah di Indonesia telah memasuki tahap akhir dalam proses pembelajaran.
Rabu, 10 November 2010
Dongeng introspeksi: SEPATU YANG SOMBONG (Versi Dewasa)
Tak-tok..tak-tok..tak-tok….Sepatu dengan hak setingi delapan sentimeter itu mulai berjalan mengarah ke sebuah ruangan di sebuah gedung yang sangat strategis. Ups! Ternyata sepatu itu terus saja berjalan. Tak melirik sedikitpun untuk berhenti sejenak dan beristirahat di tempat yang sudah disediakan petugas gedung itu persis di depan ruangan. Rak sepatu berwarna merah terang tentu sangat mudah terlihat oleh siapapun. Ternyata? “ Dasar sombong! Ucap sepatu tak ber-hak alias teplek yang berada di rak sepatu bagian teratas menggerutu. “ iya nih, Mentang –mentang pemiliknya itu wanita pejabat, punya hak setinggi delapan sentimeter, eeeh…dia tidak mau melepas sepatunya itu disini. Sepatu Boot di tingkat kedua menyahut membenarkan ucapan sepatu teplek. Sepatu olahraga yang berada di sebelah sepatu Boot tak tahan dan berceloteh. “ Lihat teman-teman, apa sih hebatnya sepatu itu? Dia Cuma punya hak delapan senti kok, temanku ada yang lebih tinggi lagi hak sepatunya, lima belas sentimeter. Haa…? Seluruh penghuni rak sepatu pun membuka mulutnya lebar-lebar. Sepatu berhak dua sentimeter pun tak mau ketinggalan. “ Ini tidak bisa dibiarkan! Kita harus segera bertindak. Jangan sampai sepatu wanita itu semakin tinggi hati dan tak pernah berada di tempat ini bersama-sama dengan kita. Ini tidak adil. Tiba-tiba sandal jepit yang sudah berusia lebih dari 3 tahun, lusuh, dan basah karena baru saja dipakai pemiliknya untuk berwudhu ikut berkomentar dengan nada yang lebih lembut. “ Sudahlah teman-teman, buat apa kalian selalu menggerutu seperti itu, tidak baik. Mungkin saja pemilik sepatu itu lupa atau tidak melihat papan pemberitahuan untuk meletakkan alas kakinya di tempat ini. Kita lihat saja besok, sepertinya wanita itu akan datang setiap hari ke ruangan ini.”
Selasa, 09 November 2010
Lagu dan Pantun : Gelombang Infra Merah
Lagu 1 : Karakteristik Infra Merah
Irama : Doraemon
Gelombang infra merah
Itulah namanya
700 nanometer sampai 1 milimeter
Tidak dapat dilihat
Tidak tembus materi
Khususnya materi yang tidak tembus pandang
Ini salah satunya
Elektromagnetik....
La..la..la...
Banyak manfaatnya
Untuk Manusia
Minggu, 07 November 2010
Kata mutiara: Bercermin
Dengan BERCERMIN, kau bisa melihat dirimu apa adanya
Ketika BERCERMIN, kau bisa melihat kekuranganmu,
Bisa memperbaiki dan merapikan kembali dirimu
Jangan sibuk melihat CERMIN orang lain,
berCERMINLAH untuk dirimu sendiri
Alangkah nikmatnya BERCERMIN
Cerita anak: NAMLU DAN BUNGA MAWAR
“ Hai! Apa yang kau lakukan di sini? Kau bisa merusak kelopakku yang cantik ini tahu?” Bunga Mawar yang baru saja tumbuh sekitar tiga puluh sentimeter itu terbangun di pagi hari dan mendapati seekor semut di atas kelopaknya.
” Eh..eh..Kau sudah bangun rupanya. Maaf, aku ketiduran disini. Semalam aku ingin melihat Bulan, jadi aku naik keatas kelopakmu. Eh, ternyata aku terlelap. Maaf ya, perkenalkan namaku Namlu si semut. ”
(Sambil menggoyangkan kelopaknya) ” Huh! seenaknya saja kau naik kesini tanpa izin, sekarang kau harus segera turun, tubuhmu itu bisa saja meruntuhkan kelopakku yang baru saja tumbuh. Untung saja aku selalu dirawat dengan baik oleh penghuni rumah ini, jadi aku masih bisa bertahan. Dan kau semut jelek, jangan coba-coba lagi naik ke atas sini, mengerti!”
” Ba..baik Mawar. Aku minta maaf.” Namlu turun perlahan. Digerakkan tubuhnya memutar ke bawah dan segera menuruni tangkai bunga Mawar yang sombong itu. Aku harus mencari tempat lain yang aman untuk melihat keindahan Bulan. Pikirnya.
Langganan:
Komentar (Atom)